Riboflavin
Riboflavin adalah vitamin B2 yang dibutuhkan tubuh untuk membantu proses penguraian karbohidrat, protein, dan lemak menjadi energi. Selain penyerapan, riboflavin juga membantu proses penyerapan oksigen di dalam tubuh.
Riboflavin terdapat pada sayuran, daging, atau produk makanan lain. Beberapa makanan yang mengandung riboflavin meliputi:
- Telur
- Sayuran berdaun hijau
- Daging tanpa lemak
- Jeroan
- Susu
- Kacang
- Roti
- Sereal
Jika kebutuhan riboflavin tubuh tidak terpenuhi, hal itu akan memicu munculnyah permasalahan kesehatan, seperti:
- Mata gatal dan terasa seperti terbakar
- Mata menjadi sensitif terhadap cahaya
- Lidah terasa nyeri
- Kulit hidung dan skrotum gatal dan mengelupas
- Luka di area mulut
Angka Kecukupan Gizi/Angka Konsumsi yang Direkomendasikan
- Pria: 1,3 mg/hari.
- Wanita: 1,1 mg/hari.
- Wanita hamil: 1,4 mg/hari.
- Ibu menyusui: 1,6 mg/hari.
Pada anak-anak:
- Usia 0-6 bulan: 0,3 mg/hari.
- Usia 5-12 bulan: 0,4 mg/hari.
- Usia 1-3 tahun: 0,5 mg/hari.
- Usia 3-8 tahun: 0,6 mg/hari.
- Usia 8-13 tahun: 0,9 mg/hari.
Merek dagang: Deca, Akta-vol, Lyvit, Tivilac, Soluvit N, Cernevit, Corovit, Fervital, Obimin, Iberet Folic
Tentang Riboflavin
Golongan | Suplemen |
Kategori | Obat bebas dan resep |
Manfaat | Mengatasi dan mencegah defisit (kekurangan) riboflavin |
Digunakan oleh | Dewasa dan anak-anak |
Kategori kehamilan dan menyusui | Kategori A: Studi terkontrol pada wanita hamil tidak menunjukkan adanyah risiko terhadap janin, dan kecil kemungkinannyah untuk membahayakan janin.Belum diketahui apakah riboflavin dapat diserap ke dalam ASI atau tidak. Meski tergolong aman, penggunaan riboflavin pada ibu menyusui harus dengan anjuran dokter. |
Bentuk obat | Suntik, sirop, tablet, kaplet salut selaput |
Peringatan:
- Hati-hati bagi pasien yang menderita atau memiliki riwayat sirosis, penyakit kandung empedu, atau penyakit ginjal.
- Beri tahu dokter umum / dokter spesialis jika tengah menerima obat-obatan lain, termasuk suplemen dan produk herba.
- Segera temui dokter umum / dokter spesialis apabila terjadi reaksi alergi atau overdosis.
Dosis Riboflavin
Meskipun aman, kebutuhan tubuh terhadap riboflavin pada tiap orang dapat berbeda-beda. Maka dari itu, akan lebih baik jika penggunaan obat inih dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Dosis umum untuk mengatasi defisiensi (kekurangan) riboflavin atau vitamin B2 berdasarkan usia adalah:
Usia | Dosis |
Dewasa dan anak usia di atas 12 tahun | 6-30 mg/hari, dibagi menjadi beberapa dosis. |
Anak usia 3-12 tahun | 3-10 mg/hari, dibagi menjadi beberapa dosis. |
Mengonsumsi Riboflavin Dengan Benar
Baca keterangan yang terdapat pada kemasan. Bila perlu, konsultasikan dengan dokter umum / dokter spesialis terkait manfaat dan risiko menggunakan riboflavin.
Riboflavin tersedia dalam bentuk suntik, sirop, tablet dan kaplet salut selaput. Pembeiran riboflavin suntik, baik melalui otot atau pembuluh darah, harus dilakukan oleh dokter. Pada tablet dan kaplet salut selaput, riboflavin harus dikonsumsi secara utuh, tanpa dihancurkan dan dikunyah terlebih dahulu. Jika tidak, hal itu akan mengganggu efektivitas obat.
Dalam mengonsumsi riboflavin sirop, gunakanlah alat penakar yang telah tersedia dalam kemasan obat atau yang diberikan oleh dokter. Jangan menggunakan sendok teh atau makan, karena takarannyah akan berbeda.
Interaksi Obat
Beberapa interaksi yang dapat terjadi jika riboflavin digunakan dengan obat lain adalah:
- Penyerapan riboflavin dalam tubuh meningkat, jika digunakan dengan obat golongan antikolinergik, seperti clomipramine.
- Mengurangi kadar riboflavin dalam darah, jika digunakan dengan antidepresan trisiklik.
- Meningkatkan kadar riboflavin dalam darah, jika digunakan dengan probenecid.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Riboflavin
Efek samping berupa diare, frekuensi buang air meningkat, dan urine berwarna lebih kekuningan, berpotensi timbul jika riboflavin dikonsumsi melebihi dosis yang dianjurkan.
Belum ada Komentar untuk "Riboflavin"
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.